Unduh PPt fromSlide Share PLS Bersinergi

Selasa, 15 Juli 2014

UTS Metodologi Penelitian 1



A.    Soal Pertama
1.      Peranan teori dalam penyelidikan ilmiah
Teori adalah seperangkat kontruk (konsep), definisi, dan proposisi yang berfungsi untuk melihat fenomena secara sistematik, melalui spesifikasi hubungan antar variabel, sehingga dapat berguna untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena (Sugiyono, 2010). Adapun peran teori dalam penyelidikan ilmiah adalah ;
a.       Untuk mengarahkan peneliti dalam melakukan penelitian
b.      Untuk merangkum pengetahuan dalam sistem tertentu
c.       Untuk meramalkan fakta
2.      Perbedaan teori induktif dan teori  deduktif
a.       Teori induktif : cara menerangkannya adalah dari data ke arah teori
b.      Teori deduktif : memberi kenyataan yang dimulai dari suatu perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu ke arah data yang akan di terangkan
3.      Ciri-ciri teori yang baik
Teori yang baik adalah teori yantg memenuhi persyaratan kebenaran ilmiah. Adapaun syarat dari kebenaran ilmiah adalah
a.       Koheren artinya masuk akal. Jadi kebenaran dapat diterima apabila   memiliki hubungan dengan gagasan-gagasan lain yang sahih dan dapat masuk akal.
b.      Koresponden artinya gagasan sesuai realitas. Gagasan kita benar apabila relitanya demikian
c.       Positivisme mengatakan bahwa adanya sesuatu karena adanya gejala/penampakan. Hampir sama dengan empirisme, tetapi positifisme mengakui adanya sesuatu tidak harus tampak benda tersebut, tetapi bisa dilihat dari gejala adanya benda tersebut
d.      Pragmatisme menjelaskan bahwa yang benar adalah yang memberikan manfaat dengan perantaraan sebab akibat
4.      Contoh Penggunaan otoritas dan pengalaman sebagai sumber belajar
a.       Penggunaan otoritas sebagai sumber pengetahuan sering dijumpai dalam lingkungan lembaga keagamaan dan birokrasi pemerintah. Pernyataan-pernyataan para menteri atau pejabat tinggi negara tentang sesuatu sering diterima sebagai kebenaran khususnya oleh mereka yang berada dalam lingkungan tersebut. Misalnya, ketua MUI mengatakan bahwa suatu produk haram, setelah berdiskusi dengan petinggi MUI yang lain, maka pengetahuan bahwa produk tsb haram berasala dari otoritas petinggi MUI.
b.      Penggunaan pengalaman sebagai sumber pengetahuan contohnya : sebagai penulis pemula, mereka akan berusaha mencari informasi tips dan trik seputar kepenulisan kepada penulis senior.
5.      Contoh bagaimana teori dasar belajar dapat menunjang praktik pengajaran
Hubungan antara teori dan praktek seyogyanya bersifat berlapis-lapis yang integratif, di mana teori dan praktek secara bergantian dan bertahap saling isi mengisi, saling mencari dasar, dan saling mengkaji.
Contoh saja dalam teori belajar Humanistik. Teori humanistik lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia. Semua komponen pendidikan termasuk tujuan pendidikan diarahkan pada terbentuknya manusia yang ideal, manusia yang dicita-citakan, yaitu manusia yang mampu mencapai aktualisasi diri. Untuk itu, sangat perlu diperhatikan bagaimana perkembangan peserta didik dalam mengaktualisasi dirinya, pemahaman terhadap dirinya, serta realisasi diri. Bagi pengajar yang menganut konsep teori humanistik, dalam pengajarannya pengajar tersebut akan memposisikan dirinya sebagai fasilitator dan berusaha pula memberikan motivasi kesadaran mengenai makna belajar bagi kehidupan peserta didik. Ia juga akan menerapkan pendekatan berpusat pada peserta didik (student senter learning.)
6.      Kegunaan hipotesis dalam penelitian
a.       Memberikan batasan serta memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian
b.      Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan kaitan antar fakta, yang kadangkala hilang begitu saja dari perhatian peneliti
c.       Alat yang sederhana untuk memfokuskan fakta yang bercerai-berai kedalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh
d.      Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antar fakta
7.      Perbedaan hipotesis induktif dan deduktif dalam penelitian
a.       Hipotesis induktif : kesimpulan sementara yang ditarik dari data/fakta khusus menuju ke pernyataan umum
b.      Hipotesis deduktif : kesimpulan sementara yang di tarik dari data/fakta umum menuju data/fakta khusus
8.      Apa yang dimaksud hipotesis nol dan hipotesis alternatif dan berikan contoh masing-masing dua
a.       Hipotesis nol: Hipotesa yang mendeskripsikan keluaran selain dari hipotesa alternative. Biasanya mendeskripsikan tidak ada   hubungan/pengaruh antara variabel yang diuji. Dinyatakan dengan H0.
Contoh :
1.      H0 : Petis kepala udang dalam pakan tidak dapat meningkatkan pertumbuhan itik Mojosari jantan.
2.      H0 : Petis kepala udang dalam pakan tidak berpengaruh pada pertumbuhan itik Mojosari jantan.
b.      Hipotesis alternatif : Hipotesa yang mendukung prediksi. Diterima jika hasil penelitian mendukung hipotesa. Dinyatakan dengan H1.
Contoh :
1.      H1 : Petis kepala udang dalam pakan meningkatkan pertumbuhan itik Mojosari jantan
2.      H1 : Petis kepala udang dalam pakan berpengaruh pada pertumbuhan itik Mojosari jantan.
9.      Jelaskan hubungan  landasan teori, kerangka berpikir, dan perumusan hipotesis.
Landasan teori merupakan uraian sistematis tentang teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti. Landasan Teori paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap variabel-variabel yang diteliti, melalui pendefinisian, dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi yang relevan. Sedangkan kerangka berpikir merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. Berdasarkan teori-teori yang telah dideskripsikan tersebut, selanjutnya dianalisis secara kritis dan sistematis, sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antar variabel yang diteliti. Sintesa tentang hubunganvariabel tersebut, selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis.
Contoh :
Judul : Peranan Pondok Pesantren Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Di Pondok Pesantren At-Tanwir Desa Talun Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonedoro
Landasan teori merupakan teori-teori terkait varibel berikut ini
1.      Latar belakang berdirinya pondok pesantren
2.      Sistem Pengajaran Pondok Pesantren
3.      Pengertian Pendidikan Islam
4.      Tujuan Pendidikan Islam
5.      Kurikulum Pendidikan Agama Islam
6.      Pengertian Prestasi Belajar
7.      Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Kerangka berpikir : contoh jika kondisi/faktor internal (psikologis dan fisiologis) serta faktor eksternal (lingkungan sosial, lingkungan nonsosial dan pendekatan belajar) baik dan tepat maka prestasi belajarnya akan baik.
Perumusan hipotesis : kondisi internal dan eksternal dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa/santri.
10.   X--------------------------------------------------->Y
X: kemampuan awal
Y: hasil belajar
Rumusan masalah deskriptif : bagaimana sikap mengajar warga belajar sebelum dan sesudah adanya penelitian pembuatan media pembelajaran?
Teori yang digunakan : teori tentang media pembelajaran, pengajaran yang efektif, kemampuan awal sebelum mengikuti pelatihan, kondisi setelah mengikuti pelatihan
Hipotesis : pelatihan media pembelajaran pada guru SD se-kabupaten Semarang dapat meningkatkan kemampuan pengajaran menjadi lebih efektif.








0 komentar:

Posting Komentar